Basic Configuration

Outline :
  • Interface Configuration
  • IP Address
  • Default Gateway
  • DNS Server
  • Masquerade
  • ARP
  • Username
  • Identity
  • NTP Client
  • Monitoring
  • Backup

Interface Configuration

Untuk membangun sebuah Router dengan menggunakan MikroTik, maka dibutuhkan minimal dua buah Interface. Jika menggunakan RouterBoard RB750, maka kita dapat menggunakan 5 (lima) Interface.
Untuk melihat jumlah dan status Interface jaringan pada MikroTik, dapat digunakan perintah :
 [admin@MikroTik] > interface print Flags: D – dynamic, X – disabled, R – running, S – slave
#     NAME                                        TYPE             MTU   L2MTU
0     ether1-gateway                              ether            1500  1526
1  R  ether2-local-master                         ether            1500  1524
2     ether3-local-slave                          ether            1500  1524
3     ether4-local-slave                          ether            1500  1524
4     ether5-local-slave                          ether            1500  1524
Untuk menshutdown sebuah Interface (misalnya interface ether1), dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > interface disable 0
[admin@MikroTik] > interface print   
Flags: D – dynamic, X – disabled, R – running, S – slave
 #     NAME                TYPE             MTU   L2MTU
 0  X  ether1-gateway      ether            1500  1526
 1  R  ether2-local-master ether            1500  1524
 2     ether3-local-slave  ether            1500  1524
 3     ether4-local-slave  ether            1500  1524
 4     ether5-local-slave  ether            1500  1524
 
Secara default ether3, ether4 dan ether5 merupakan interface slave dari ether2. Ketiga interface tersebut hanya berfungsi sebagai port switch yang menginduk ke interface ether2.

IP Address

Berdasarkan topologi yang akan digunakan maka MikroTik  Router yang akan digunakan adalah MikroTik dengan 2 buah Interface. Interface ini terdiri    dari :
  • Interface LAN (10.10.10.1/24), interface ini merupakan ether2 pada MikroTik dan akan terhubung dengan Jaringan Lokal (LAN)
  • Interface WAN (222.124.222.162/28), interface ini merupakan ether1 pada MikroTik dan akan terhubung ke jaringan publik (Internet) melalui ISP
Perintah yang dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi IP Address pada Interface adalah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] >ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >ip address add address=222.124.222.162/28 interface=ether1

Untuk memeriksa konfigurasi yang sudah dilakukan dapat digunakan perintah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
 #   ADDRESS            NETWORK         BROADCAST       INTERFACE
 0   222.124.222.162/28 222.124.222.160 222.124.222.175 ether1
 1   10.10.10.1/24      10.10.10.0      10.10.10.255    ether2
 Bila menggunakan WinBox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP -> Addresses

Default Gateway

Default Gateway merupakan router tetangga (biasanya ISP) yang merupakan path (jalur) ke Internet. Pada skenario topologi yang digunakan Default Gateway bagi MikroTik Router adalah Router ISP dengan IP Address 222.124.222.161
Perintah yang dapat digunakan untuk mengkonfigurasikan default gateway adalah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] >ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=222.124.222.161
 Sedangkan untuk memeriksa konfigurasi default gateway pada tabel routing, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 A S  0.0.0.0/0                          222.124.224.161                              1
 1 ADC  10.10.10.0/24      10.10.10.1      ether1                               0
 2 ADC  222.124.224.160/28 222.124.224.162 ether2         0
 Bila menggunakan WinBox, konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP –> Routes, tab Routes –> Add

DNS Server

Berdasarkan Skenario, maka DNS server yang digunakan adalah DNS Server ISP dengan IP Address = 222.124.222.161
Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > ip dns set servers=222.124.222.161 allow-remote-requests=yes
 
[admin@MikroTik] > ip dns print
                servers: 222.124.222.161
  allow-remote-requests: yes
    max-udp-packet-size: 512
             cache-size: 2048KiB
          cache-max-ttl: 1w
             cache-used: 5KiB
 
Setelah DNS dikonfigurasikan, pengujian dapat dilakukan dengan melakukan ping ke sebuah situs Internet.
[admin@MikroTik] > ping www.google.com
216.239.61.104 64 byte ping: ttl=55 time=162 ms
216.239.61.104 64 byte ping: ttl=56 time=164 ms
216.239.61.104 64 byte ping: ttl=56 time=169 ms
3 packets transmitted, 3 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 162/165.0/169 ms
Bila menggunakan WinBox, konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP –> DNS –> Static –> Settings

 

Masquerade

Masquerade diperlukan untuk memberikan akses Internet kepada Client yang berada pada jaringan lokal. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
 
[admin@MikroTik] > ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
 0   chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

ARP (Address Resolution Protocol)

ARP merupakan protokol yang akan memetakan L2 Address (MAC Address) dengan L3 Address (IP Address). Pemetaan yang dilakukan oleh ARP dapat dilihat dengan perintah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] > ip arp print
Flags: X – disabled, I – invalid, H – DHCP, D – dynamic
 #   ADDRESS         MAC-ADDRESS       INTERFACE                                            
 0 D 10.10.10.2      00:0C:29:A0:BA:4F ether2                                               
 1 D 10.10.10.3      00:0C:29:E5:CE:D0 ether2                                               
 2 D 10.10.10.4      00:50:56:C0:00:01 ether2                                                
 Pemetaan IP dan MAC Address juga dapat dilakukan dengan perintah :
 [admin@MikroTik] > ip arp add address=10.10.10.4 mac-address=00:11:22:33:44:55 interface=ether2
 
[admin@MikroTik] > ip arp print
Flags: X – disabled, I – invalid, H – DHCP, D – dynamic
 #   ADDRESS         MAC-ADDRESS       INTERFACE                                            
 0 D 10.10.10.2      00:0C:29:E5:CE:D0 ether2                                               
 1 D 10.10.10.3      00:50:56:C0:00:01 ether2                                                
 2   10.10.10.4      00:11:22:33:44:55 ether2      
Bila menggunakan Winbox, maka untuk melihat tabel ARP dapat dilakukan melalui menu IP –> ARP

Username

Secara default MikroTik akan menggunakan ‘admin’ sebagai username dan tanpa password (null password). User lain dapat ditambahkan dan dapat dikelompokkan sebagai user yang dapat melakukan konfigurasi (write) maupun hanya untuk monitoring (read).
Untuk melihat daftar user dalam sistem MikroTik, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > user print
Flags: X – disabled
 #   NAME                          GROUP              ADDRESS
0     ;;; system default user
admin                         full              0.0.0.0/0
Address 0.0.0.0/0 menandakan bahwa user admin dapat mengakses MikroTik dari mana saja, baik dari dalam jaringan internal (LAN) maupun dari Internet.
Sedangkan untuk memberikan password pada user ‘admin’  dapat digunakan perintah sebagai berikut :
 [admin@MikroTik] > user set 0 password=123456
 Untuk menambahkan user baru (misalnya user=operator dengan password=123456) dan hanya memberikan akses ke MikroTik dari dalam LAN, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > user add name=operator group=read password=123456 address=10.10.10.0/24
 [admin@MikroTik] > user print
Flags: X – disabled
 #   NAME                        GROUP                       ADDRESS
 0   ;;; system default user
     admin                       full                        0.0.0.0/0
 1   ijc-router                  read                       10.10.10.0/24
 Bila menggunakan WinBox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu System –> Users –> Add

Identity

Identity dapat digunakan untuk membedakan mesin MikroTik dengan memberikan nama. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > system identity set name=Ijc-router
[admin@Ijc-router] >
 
Bila menggunakan WinBox, dapat dilakukan melalui menu System –> Identity

NTP (Network Time Protocol) Client

Network Time Protocol adalah protokol yang digunakan untuk sinkronisasi waktu (hari, tanggal, bulan, tahun dan jam) antara perangkat-perangkat jaringan. Terutama perangkat yang tidak memiliki battery, sedangkan perangkat tersebut harus bekerja dengan memperhatikan waktu.
Untuk sinkronisasi waktu pada Mikrotik Router, dapat digunakan NTP Server untuk Indonesia dengan server 203.160.128.3. IP Address dari NTP Server Indonesia dapat dilihat pada http://www.pool.ntp.org/zone/id
Untuk menkonfigurasikan NTP client pada Router Mikrotik dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@Ijc-router] > system ntp client set primary-ntp=203.160.128.3 enabled=yes mode=unicast 
[admin@Ijc-router] > system clock set time-zone-name=Asia/Makassar
                                            
[admin@Ijc-router] > system clock print
            time: 17:57:06
            date: feb/22/2011
  time-zone-name: Asia/Makassar
      gmt-offset: +08:00
Bila menggunakan WinBox, maka NTP Client dapat dikonfigurasikan melalui menu System > NTP Client. Sedangkan untuk melihat apakah Mikrotik telah sinkron dengan NTP Server dapat dilihat melalui menu System > Clock

Monitoring

Untuk melakukan monitoring dapat menggunakan perintah-perintah sebagai berikut :
[admin@Ijc-router] > tool ip-scan address-range=10.10.10.0/24 interface=ether2
Flags: D – dhcp
  ADDRESS         MAC-ADDRESS       TIME  DNS           SNMP           NETBIOS                    
  10.10.10.3      00:50:56:C0:00:01 0ms                                                                      
  10.10.10.2      00:0C:29:E5:CE:D0 1ms                       CLIENT2/WORKGROUP          
  10.10.10.1      00:0C:29:A0:BA:4F 0ms                             CLIENT1/WORKGROUP          
  10.10.10.1                      0ms                                                                                   
 
 
[admin@Ijc-router] > tool mac-scan ether2
MAC-ADDRESS       ADDRESS         AGE      
00:0C:29:BD:16:12 255.255.255.255 0        
00:50:56:C0:00:01 10.10.10.3      0        
00:0C:29:A0:BA:4F 10.10.10.1      1        
00:0C:29:E5:CE:D0 10.10.10.2      0     
 
 
[admin@Ijc-router] > tool torch ether2 src-address=10.10.10.0/24
SRC-ADDRESS     TX         RX         TX-PACKETS RX-PACKETS
10.10.10.3      0bps       3.8kbps    0          6        
10.10.10.1      40.7kbps   40.7kbps   4          4        
10.10.10.2      40.7kbps   40.7kbps   4          4        
 

Backup

Untuk keperluan maintenance router, berikut perintah-perintah yang dapat digunakan :
[admin@Ijc-router] > system shutdown
Shutdown, yes? [y/N]:
 
[admin@Ijc-router] > system reboot
Reboot, yes? [y/N]:
File-file konfigurasi MikroTik dapat dibackup untuk mencegah rekonfigurasi jika suatu saat akan berpindah mesin ataupun terjadi kesalahan konfigurasi. File backup tersebut dapat diambil dari MikroTik dengan melakukan drag and drop melalui menu Files pada WinBox.
Untuk melakukan backup konfigurasi, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@Ijc-router] > system backup save
Saving system configuration
Configuration backup saved
 
[admin@Ijc-router] > file print
 # NAME                           TYPE         SIZE                 CREATION-TIME
 0 MikroTik-28032008-1031.backup  backup       11175                mar/28/2008 10:31:47
[admin@Ijc-router] >
Untuk mengembalikan file backup sehingga menjadi konfigurasi yang digunakan, dapat digunakan perintah sebagai berikut :
[admin@Ijc-router] > system backup load name=MikroTik-28032008-1031.backup
Restore and reboot? [y/N]:y
 
Sumber : http://www.ilmujaringan.com/?p=833

Jenis Mikrikontroler

Secara teknis hanya ada 2 yaitu RISC dan CISC dan masing-masing mempunyai keturunan/keluarga sendiri-sendiri.
RISC kependekan dari Reduced Instruction Set Computer : instruksi terbatas tapi memiliki fasilitas yang lebih banyak
CISC kependekan dari Complex Instruction Set Computer : instruksi bisa dikatakan lebih lengkap tapi dengan fasilitas secukupnya.
Tentang jenisnya banyak sekali ada keluarga Motorola dengan seri 68xx, keluarga MCS51 yang diproduksi Atmel, Philip, Dallas, keluarga PIC dari Microchip, Renesas, Zilog. Masing-masing keluarga juga masih terbagi lagi dalam beberapa tipe. 
Namun ada beberapa jenis yang sering dipakai dan tersedia banyak di pasaran , yaitu:
  1. AVR
  2. MCS-51
  3. PIC
  4. ARM
  5. dll……

OVERVIEW MIKROKONTROLER MCS51
Mikrokontroler dengan arsitektur MCS-51 merupakan salah satu jenis arsitektur
mikrokontroler yang paling lama, paling populer dan paling banyak digunakan di dunia.
Arsitektur ini dikeluarkan pertama kali oleh Intel dan kemudian menjadi banyak dipakai
dan dipelajari di seluruh dunia.
Berbagai seri mikrokontroler berarsitektur MCS-51 telah diproduksi oleh berbagai vendor
dan digunakan di dunia sebagai mikrokontroler yang bersifat low cost dan high performance.
Di Indonesia, mikrokontroler MCS-51 banyak dipakai karena telah lama populer, mudah
untuk didapatkan, dan harganya yang murah.
Antar seri mikrokontroler berarsitektur MCS-51  memiliki beragam tipe dan fasilitas, namun
kesemuanya memiliki arsitektur yang sama, dan juga set instruksi yang relatif tidak berbeda.
Berikut tabel perbandingan beberapa seri mikrokontroler MCS-51 buatan Atmel.

Keterangan:
  •   Flash adalah suatu jenis Read Only Memory yang biasanya diisi dengan program hasilbuatan manusia yang harus dijalankan oleh mikrokontroler
  •   RAM (Random Acces Memory) merupakan memori yang membantu CPU untukpenyimpanan data sementara dan pengolahan data ketika program sedang running
  •   EEPROM  (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) adalah memoriuntuk penyimpanan data secara permanen oleh program yang sedang running
  •   Pin I/O adalah kaki untuk jalur keluar atau masuk sinyal sebagai hasil keluaranataupun masukan bagi program
  •   Timer adalah modul dalam hardware yang bekerja untuk menghitung waktu/pulsa
  •   UART (Universal Asynchronous Receive Transmit) adalah jalur komunikasi data khusus secara serial asynchronous
  •   SPI (Serial Peripheral Interface) adalah jalur komunikasi data khusus secara serial secara serial synchronous
  •   ISP (In System Programming) adalah kemampuan khusus mikrokontroler untuk dapat diprogram langsung dalam sistem rangkaiannya dengan membutuhkan jumlah pin yang minimal.
ARSITEKTUR MIKROKONTROLER MCS51
Arsitektur mikrokontroler MCS-51 diotaki oleh CPU 8 bit yang terhubung melalui satu jalur
bus dengan memori penyimpanan berupa RAM dan ROM serta jalur I/O berupa port bit I/O
dan port serial. Selain itu terdapat fasilitas timer/counter internal dan jalur interface address
dan data ke memori eksternal.
Blok sistem mikrokontroler MCS-51 adalah sebagai berikut.

Salah satu tipe mikrokontroler arsitektur MCS-51 yang banyak digunakan saat ini adalah tipe
Atmel 89S51. Tipe ini banyak digunakan karena memiliki fasilitas on-chip flash memory dan
In System Programming. Berikut adalah feature-feature untuk mikrokontroler tipe 89S51
buatan Atmel.
  •   4K bytes Flash ROM
  •   128 bytes RAM
  •   4 port @ 8-bit I/O (Input/Output) port
  •   2 buah 16 bit timer
  •   Interface komunikasi serial
  •   64K pengalamatan code (program) memori
  •   64K pengalamatan data memori
  •   Prosesor Boolean (satu bit – satu bit)   210 lokasi bit-addressable
  •   Fasilitas In System Programming (ISP) .
PENJELASAN FUNGSI PIN MIKROKONTROLER MCS-51
IC mikrokontroler dikemas (packaging) dalam bentuk yang berbeda. Namun pada dasarnya
fungsi kaki yang ada pada IC memiliki persamaan. Gambar salah satu bentuk IC seri
mikrokontroler MCS-51 dapat dilihat berikut.

Berikut adalah penjelasan fungsi tiap kaki yang biasa ada pada seri mikrokontroler MCS-51.
A. Port 0
Merupakan dual-purpose port (port yang memiliki dua kegunaan). Pada desain yang
minimum (sederhana) digunakan sebagai port I/O (Input/Output). Pada desain lebih lanjut
pada perancangan dengan memori eksternal digunakan sebagai data dan address yang di-
multiplex. Port 0 terdapat pada pin 32-39.
B. Port 1
Merupakan port yang hanya berfungsi sebagai port I/O, kecuali pada IC 89S52 yang
menggunakan P1.0 dan P1.1 sebagai input eksternal untuk timer ketiga (T3). Port 1 terdapat
pada pin 1-8.
C. Port 2
Merupakan dual-purpose port. Pada desain minimum digunakan sebagai port I/O. Pada
desain lebih lanjut digunakan sebagai high byte dari address. Port 2 terdapat pada pin 21-28.
D. Port 3
Merupakan dual-purpose port. Selain sebagai port I/O juga mempunyai fungsi khusus yang
ditunjukkan pada tabel berikut.

E. PSEN (Program Store Enable)
PSEN adalah kontrol sinyal yang mengijinkan untuk mengakses program (code) memori
eksternal. Pin ini dihubungkan ke pin OE (Output Enable) dari EPROM. Sinyal PSEN akan 0
pada tahap fetch (penjemputan) instruksi. PSEN akan selalu bernilai 0 pada pembacaan
program memori internal. PSEN terdapat pada pin 29.
F. ALE (Address Latch Enable)
ALE digunakan untuk men-demultiplex address dan data bus. Ketika menggunakan program
memori eksternal port 0 akan berfungsi sebagai address dan data bus. Pada setengah paruh
pertama memory cycle ALE akan bernilai 1 sehingga mengijinkan penulisan alamat pada
register eksternal dan pada setengah paruh berikutnya akan bernilai satu sehingga port 0
dapat digunakan sebagai data bus. ALE terdapat pada pin 30.
G. EA (External Access)
Jika EA diberi masukan 1 maka mikrokontroler menjalankan program memori internal saja.
Jika EA diberi masukan 0 (ground) maka mikrokontroler hanya akan menjalankan program
memori eksternal (PSEN akan bernilai 0). EA terdapat pada pin 31.
H. RST (Reset)
RST pada pin 9 merupakan pin reset. Jika pada pin ini diberi masukan 1 selama minimal 2
machine cycle maka system akan di-reset dan register-register internal akan berisi nilai
default tertentu dan program kembali mengeksekusi dari alamat paling awal.
I. On-Chip Oscillator
Mikrokontroler MCS-51 telah memiliki on-chip oscillator yang dapat bekerja jika di-drive
menggunakan kristal. Tambahan kapasitor diperlukan untuk menstabilkan sistem. Nilai
kristal yang biasa digunakan pada 89S51/89S52 adalah sekitar 12 MHz, dan maksimum
sampai 24 MHz. On-chip oscillator tidak hanya dapat di-drive dengan menggunakan kristal,
tapi juga dapat digunakan TTL oscillator.
J. Koneksi Power
Mikrokontroler biasanya beroperasi pada tegangan 3.3 volt atau 5 volt (tergantung serinya).
Pin Vcc terdapat pada pin 40 sedangkan Vss (ground) terdapat pada pin 20.

Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputer fungsional dalam sebuah chip. Di dalamnya terkandung sebuah inti prosesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori program, atau keduanya), dan perlengkapan input output.

Dengan kata lain, mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri Anda saat mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah bisa melakukan hal itu Anda bisa membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan sebagainya, dan Andapun bisa pula menulis hal-hal sebaliknya. Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan menulis data maka Anda dapat membuat program untuk membuat suatu sistem pengaturan otomatik menggunakan mikrokontroler sesuai keinginan Anda. Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Secara harfiahnya bisa disebut “pengendali kecil” dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini.
contoh gambar mikrokontroler :


Mikrokonktroler digunakan dalam produk dan alat yang dikendalikan secara automatis, seperti sistem kontrol mesin, remote controls, mesin kantor, peralatan rumah tangga, alat berat, dan mainan. Dengan mengurangi ukuran, biaya, dan konsumsi tenaga dibandingkan dengan mendesain menggunakan mikroprosesor memori, dan alat input output yang terpisah, kehadiran mikrokontroler membuat kontrol elektrik untuk berbagai proses menjadi lebih ekonomis. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka :
· Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas
· Rancang bangun sistem elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari sistem adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi
· Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak.
Namun demikian tidak sepenuhnya mikrokontroler bisa mereduksi komponen IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran (I/O). Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah komputer karena mikrokontroler sudah mengandung beberapa periferal yang langsung bisa dimanfaatkan, misalnya port paralel, port serial, komparator, konversi digital ke analog (DAC), konversi analog ke digital dan sebagainya hanya menggunakan sistem minimum yang tidak rumit atau kompleks.
Agar sebuah mikrokontroler dapat berfungsi, maka mikrokontroler tersebut memerlukan komponen eksternal yang kemudian disebut dengan sistem minimum. Untuk membuat sistem minimal paling tidak dibutuhkan sistem clock dan reset, walaupun pada beberapa mikrokontroler sudah menyediakan sistem clock internal, sehingga tanpa rangkaian eksternal pun mikrokontroler sudah beroperasi.
Untuk merancang sebuah sistem berbasis mikrokontroler, kita memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu:
1. sistem minimal mikrokontroler
2. software pemrograman dan kompiler, serta downloader.
Yang dimaksud dengan sistem minimal adalah sebuah rangkaian mikrokontroler yang sudah dapat digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi. Sebuah IC mikrokontroler tidakakan berarti bila hanya berdiri sendiri. Pada dasarnya sebuah sistem minimal mikrokontroler AVR memiliki prinsip yang sama, yang terdiri dari 4 bagian, yaitu :
1. prosesor, yaitu mikrokontroler itu sendiri
2. rangkaian reset agar mikrokontroler dapat menjalankan program mulai dari awal
3. rangkaian clock, yang digunakan untuk memberi detak pada CPU
4. rangkaian catu daya, yang digunakan untuk memberi sumberdaya
Pada mikrokontroler jenis2 tertentu (AVR misalnya), poin2 pada no 2 ,3 sudah tersedia didalam mikrokontroler tersebut dengan frekuensi yang sudah diseting dari vendornya (biasanya 1MHz,2MHz,4MHz,8MHz), sehingga pengguna tidak perlu memerlukan rangkaian tambahan, namun bila ingin merancang sistem dengan spesifikasi tertentu (misal ingin komunikasi dengan PC atau handphone), maka pengguna harus menggunakan rangkaian clock yang sesuai dengan karakteristik PC atau HP tersebut, biasanya menggunakan kristal 11,0592 MHz, untuk menghasilkan komunikasi yang sesuai dengan baud rate PC atau HP tersebut.

Perkembangan ?

Mikrokontroler pertama kali dikenalkan oleh Texas Instrument dengan seri TMS 1000 pada tahun 1974 yang merupakan mikrokontroler 4 bit pertama. Mikrokontroler ini mulai dibuat sejak 1971. Merupakan mikrokomputer dalam sebuah chip, lengkap dengan RAM dan ROM. Kemudian, pada tahun 1976 Intel mengeluarkan mikrokontroler yang kelak menjadi populer dengan nama 8748 yang merupakan mikrokontroler 8 bit, yang merupakan mikrokontroler dari keluarga MCS 48. Sekarang di pasaran banyak sekali ditemui mikrokontroler mulai dari 8 bit sampai dengan 64 bit, sehingga perbedaan antara mikrokontroler dan mikroprosesor sangat tipis. Masing2 vendor mengeluarkan mikrokontroler dengan dilengkapi fasilitas2 yang cenderung memudahkan user untuk merancang sebuah sistem dengan komponen luar yang relatif lebih sedikit.
Saat ini mikrokontroler yang banyak beredar dipasaran adalah mikrokontroler 8 bit varian keluarga MCS51(CISC) yang dikeluarkan oleh Atmel dengan seri AT89Sxx, dan mikrokontroler AVR yang merupakan mikrokontroler RISC dengan seri ATMEGA8535 (walaupun varian dari mikrokontroler AVR sangatlah banyak, dengan masing2 memiliki fitur yang berbeda2). Dengan mikrokontroler tersebut pengguna (pemula) sudah bisa membuat sebuah sistem untuk keperluan sehari-hari, seperti pengendali peralatan rumah tangga jarak jauh yang menggunakan remote control televisi, radio frekuensi, maupun menggunakan ponsel, membuat jam digital, termometer digital dan sebagainya.



Jenis-jenis Mikrokontroller

Secara teknis, hanya ada 2 macam mikrokontroller. Pembagian ini didasarkan pada kompleksitas instruksi-instruksi yang dapat diterapkan pada mikrokontroler tersebut. Pembagian itu yaitu RISC dan CISC.
· RISC merupakan kependekan dari Reduced Instruction Set Computer. Instruksi yang dimiliki terbatas, tetapi memiliki fasilitas yang lebih banyak.
· Sebaliknya, CISC kependekan dari Complex Instruction Set Computer. Instruksi bisa dikatakan lebih lengkap tapi dengan fasilitas secukupnya.
Masing-masing mempunyai keturunan atau keluarga sendiri-sendiri.
Sekarang kita akan membahas pembagian jenis-jenis mikrokonktroler yang telah umum digunakan.
1. Keluarga MCS51
Mikrokonktroler ini termasuk dalam keluarga mikrokonktroler CISC. Sebagian besar instruksinya dieksekusi dalam 12 siklus clock.
Mikrokontroler ini berdasarkan arsitektur Harvard dan meskipun awalnya dirancang untuk aplikasi mikrokontroler chip tunggal, sebuah mode perluasan telah mengizinkan sebuah ROM luar 64KB dan RAM luar 64KB diberikan alamat dengan cara jalur pemilihan chip yang terpisah untuk akses program dan memori data.
Salah satu kemampuan dari mikrokontroler 8051 adalah pemasukan sebuah mesin pemroses boolean yang mengijikan operasi logika boolean tingkatan-bit dapat dilakukan secara langsung dan secara efisien dalam register internal dan RAM. Karena itulah MCS51 digunakan dalam rancangan awal PLC (programmable Logic Control).
2. AVR
Mikrokonktroler Alv and Vegard’s Risc processor atau sering disingkat AVR merupakan mikrokonktroler RISC 8 bit. Karena RISC inilah sebagian besar kode instruksinya dikemas dalam satu siklus clock. AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam bidang elektronika dan instrumentasi.
Secara umum, AVR dapat dikelompokkan dalam 4 kelas. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral dan fungsinya. Keempat kelas tersebut adalah keluarga ATTiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT86RFxx.
3. PIC
Pada awalnya, PIC merupakan kependekan dari Programmable Interface Controller. Tetapi pada perkembangannya berubah menjadi Programmable Intelligent Computer.
PIC termasuk keluarga mikrokonktroler berarsitektur Harvard yang dibuat oleh Microchip Technology. Awalnya dikembangkan oleh Divisi Mikroelektronik General Instruments dengan nama PIC1640. Sekarang Microhip telah mengumumkan pembuatan PIC-nya yang keenam
PIC cukup popular digunakan oleh para developer dan para penghobi ngoprek karena biayanya yang rendah, ktersediaan dan penggunaan yang luas, database aplikasi yang besar, serta pemrograman (dan pemrograman ulang) melalui hubungan serial pada komputer.

        - http://google.com  (google picture)